This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN KEAYAHBUNDAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN KEAYAHBUNDAAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Februari 2015

DIREKTORAT KEAYAHBUNDAAN SUDAH DISETUJUI PRESIDEN � HINGGA 2019 MENDATANG AKAN MEMBUAT 87.417 SATUAN PENDIDIKAN KEAYAHBUNDAAN

Pencanaan oleh Kemendikbud RI untuk membentuk Direktorat Keayahbundaan telah berlangsung separuh jalan. Bahkan, sudah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Kemendikbud.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUDNI), Ella Yulaelawati mengatakan, pencanangan Direktorat Keayahbundaan sudah dalam RPJMN dan telah diberikan kepada Presiden.

Dia menyebutkan, salah satu program yang akan dilakukan oleh Direktorat Keayahbundaan hingga 2019 mendatang akan membuat 87.417 satuan pendidikan keayahbundaan. Sasaran yang ingin dicapai dari program itu adalah meningkatnya akses dan mutu layanan pendidikan keayahbundaan bagi penduduk usia dewasa.

"Keayahbundaan yang dimaksud tidak hanya orang tua kandung, melainkan wali maupun orang dewasa yang bertanggung jawab mendidik anak," ujarnya kepada Republika, akhir pekan lalu. Ella mengatakan, layanan pendidikan keayahbundaan itu bermaksud agar penduduk usia dewasa memperoleh layanan pedidikan keayahbundaan terkait upaya meningkatkan wawasan, pemahaman tentang kiat mendidik anak sejak janin hingga dewasa.

Kemendikbud menargetkan hingga 2019, jumlah penduduk dewasa yang mendapatkan layanan pendidikan keayahbundaan berkisar 4.343.500 orang. Direktorat Keayahbundaan nantinya di bawah struktur Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.

"Mengingat, sasaran kegiatan program itu adalah untuk terciptanya keluasaan dan kemerataan akses PAUD dan pendidikan masyarakat bermutu, berkesetaraan gender dan berwasan pendidikan pembangan berkerlanjutan di semua provinsi, kabupaten dan kota. Di bawah Direktorat keayahbundaan akan ada tiga sub bidang," katanya. (sumber artikel : www.republika.co.id)

TINGKATKAN PERAN ORANG TUA MELALUI PENDIDIKAN KEAYAHBUNDAAN � ORANG TUA ADALAH PENDIDIK TERPENTING

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menganggap perlu diadakannya pendidikan untuk orang tua. "Memang jika sudah menikah, berarti sudah siap menjadi pasangan suami istri. 

Tapi menjadi orang tua yang mendidik, itu adalah dunia yang berbeda," katanya di depan ratusan siswa dan alumni sekolah Santa Ursula Jakarta akhir Januari lalu.

Mendikbud Anies mengatakan bahwa selama ini para orang tua-- pada umumnya-- hanya mengajari anak soal kesehatan dan lain sebagainya, tapi untuk pembentukan karakter dan budinya belum tentu. Dan itu bisa dari hal-hal terkecil. Pada kenyataannya, orang tua lebih sering mengesampingkan itu.

"Contohnya, ketika ingin pergi ke acara pernikahan. Anak-anak yang berusia 3-4 tahun biasanya nangis minta ikut. Tapi orang tua lebih sering menyuruh pengasuhnya untuk menyelimuti dan memainkan film kartun," katanya. "Setelah itu, maka orang tuanya pergi tanpa pamit." tambahnya.

Anies mengatakan bahwa sebaiknya orang tua tidak berperilaku demikian. "Bapak dan Ibu membiasakan anaknya untuk tegas. Kalau bilang iya, iya. Kalau bilang tidak, tidak," kata Mendikbud Anies. Ia juga menambahkan bahwa ini berpengaruh terhadap anak itu sendiri, dan anak akan terbiasa memegang prinsip. Nilai-nilai seperti inilah yang harus diajarkan orang tua sejak dini.

Orang tua adalah pendidik terpenting, kata Mendikbud, tapi justru yang paling tak tersiapkan. Pendidikan sebagai orang tua ini tidak tersentuh. Untuk itu akan ada direktorat baru yang menangani program keayahbundaan.

Program keorangtuaan yang ada selama ini belum menjangkau sasaran akhir yaitu meningkatkan peran orang tua dalam mencapai hasil belajar anak yang optimal. �Oleh karena itu perhatian serius terhadap peran orang tua perlu dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan keayahbundaan,�  ucap Sekretaris Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal (PAUDNI) Ella Yulaelawati saat ditemui di kantornya, Jumat (30/01/2015).

Ella mengatakan, melalui pendidikan keayahbundaan akan diupayakan memberikan wawasan, pemahaman, dan keterampilan tentang kiat mendidik anak sejak dalam kandungan sampai dengan dewasa. Pendidikan yang akan diberikan adalah dalam hal memelihara cinta dan kasih sayang kepada anak, pendidikan karakter, gizi dan kesehatan, menyiapkan prakeaksaraan, memenuhi hak dan perlindungan anak.

�Selain hal tersebut, fokus pendidikan keayahbundaan adalah mencegah perilaku destruktif dan meningkatkan kualitas hasil belajar anak melalui pendampingan yang menyeluruh,� kata Ella.

Dengan adanya pendidikan keayahbundaan diharapkan dapat menyajikan standar menjadi orang tua yang bermartabat . Standar tersebut diharapkan dapat disusun oleh orang tua, diakses, dan dinilai oleh, untuk dan dari para ayah bunda itu sendiri. �Dengan begitu dapat meningkatkan kapasitas ayahbunda dalam peningkatan kualitas pembelajaran yang bermakna untuk anak,� pungkas Ella. (Seno Hartono/dari berbagai sumber � www.kemdikbud.go.id)

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com