This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 03 Mei 2015

DOWNLOAD FORMAT FORMULIR PENDAFTARAN SISWA BARU (PSB / PPDB) TAHUN PELAJARAN 2015-2016

Sahabat Edukasi yang berbahagia�

Menjelang tahun ajaran 2015/2016 ini, kegiatan penerimaan baru pastinya akan mengawali aktivitas di awal tahun ajaran, khususnya bagi rekan-rekan PTK yang kebetulan menjadi panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) baik pada jenjang SD maupun SMP di tahun pelajaran 2015/2016 tahun ini.

Dalam kesempatan ini saya kembali akan sharecontoh formulir PSB (Penerimaan Siswa Baru) atau saat ini kita kenal dengan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) yang kebetulan telah saya buat sedemikian rupa untuk mengakomodir kelengkapan data administrasi dari calon peserta didik baru yang akan terdaftar di sekolah kita nanti.


Format file dari formulir penerimaan siswa baru bagi SD maupun SMP kali ini sengaja saya share dalam format Word ukuran F4, agar file dapat diedit sedemikian rupa, menyesuaikan identitas sekolah maupun pengeditan dalam bagian-bagian lain yang diperlukan, mohon koreksi dari teman-teman edukasi semuanya apabila ditemukan kesalahan untuk segera diperbaiki berdasarkan kebutuhan.

Berikut links download formulir PSB / PPDB untuk jenjang SD maupun SMP di tahun pelajaran 2015/2016.:


Demikian share singkat contoh formulir penerimaan siswa baru untuk jenjang SD maupun SMP di tahun pelajaran 2015/2016. Semoga bermanfaat dan terimakasih.... Salam Edukasi�!

Sabtu, 02 Mei 2015

Juknis Program Indonesia Pintar (PIP) 2015

Berikut Infoptk.net lansir mengenai draft Petunjuk Teknis (Juknis)  Program Indonesia Pintar (PIP) 2015 untuk siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA. dan SMK :


A. Sasaran Program Indonesia Pintar (PIP) diprioritaskan kepada*:
1. Penerima BSM 2014 Pemegang KPS yang ada dalam Dapodik;
2. Siswa/anak dari keluarga pemegang KPS/(Kartu Keluarga Sejahtera) KKS yang belum menerima BSM 2014;
3. Siswa/anak dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH) non KPS;
4. Siswa/anak yang berstatus yatim piatu/yatim/piatu dari Panti Sosial/Panti Asuhan;
5. Siswa/anak yang terkena dampak bencana alam;
6. Anak usia 6-21 tahun yang tidak bersekolah (drop-out) yang diharapkan kembali bersekolah;
7. Siswa/anak dari keluarga miskin/rentan miskin yang terancam putus sekolah;
8. Siswa/anak dengan pertimbangan khusus lainnya seperti kelainan fisik, korban musibah berkepanjangan, siswa dari orang tua terkena PHK, siswa di daerah konflik sosial, siswa dari keluarga terpidana, anak berada di LAPAS (Lembaga Pemasyarakatan), dan siswa memiliki lebih dari 3 (tiga) saudara tinggal serumah;
9. Siswa dari SMK yang menempuh studi keahlian kelompok bidang: Pertanian (bidang Agrobisnis dan Agroteknologi) Perikanan, Peternakan, kehutanan dan Pelayaran/Kemaritiman.

*) Baik siswa sekolah formal maupun anak didik dari lembaga pendidikan non formal (SKB/PKBM/lembaga kursus dan pelatihan)

B. Persyaratan

Siswa/anak yang berasal dari prioritas sasaran penerima PIP, dapat diusulkan dengan syarat sebagai berikut:
1. Siswa Pendidikan Formal:
a. Terdaftar sebagai siswa/peserta didik pada sekolah;
b. Terdaftar dalam Dapodik sekolah;
c. Diusulkan oleh sekolah melalui dinas pendidikan kabupaten/kota ke direktorat teknis di Kemdikbud;
2. Anak Didik Lembaga Pendidikan Non-Formal:
a. Terdaftar sebagai anak didik pada SKB/PKBM/lembaga kursus dan pelatihan;
b. Diusulkan oleh SKB/PKBM/Lembaga kursus dan pelatihan melalui dinas pendidikan kabupaten/kota ke direktorat teknis di Kemdikbud;
3. Anak Usia Sekolah yang Tidak Bersekolah:
a. Terdaftar kembali di sekolah/SKB/PKBM/Lembaga kursus dan pelatihan.
b. Diusulkan oleh sekolah/SKB/PKBM/Lembaga kursus dan pelatihan melalui dinas pendidikan kabupaten/kota ke direktorat teknis di Kemdikbud;

C. Besaran Dana BSM/PIP
Besaran dana BSM/PIP 2015 adalah sebesar Rp. 11.099.032.750.000,- dengan sasaran sebanyak 17.920.270 siswa dengan rincian sebagai berikut:
Jenjang Pendidikan
DIPA APBN
DIPA APBNP
Sasaran
BSM
Anggaran
(Rp.000)
Sasaran BSM/PIP
Alokasi Dana PIP
(Rp.000)
SD
6.046.921
2.721.114.450
10.470.610
4.711.774.500
SMP
2.169.890
1.627.417.500
4.249.607
3.187.205.250
SMA
425.033
425.033.000
1.353.515
1.353.515.000
SMK
550.000
550.000.000
1.846.538
1.846.538.000
Jumlah
9.191.844
5.323.564.950
17.920.270
11.099.032.750

Dana PIP diberikan per siswa dari masing-masing direktorat teknis, adalah sebagai berikut:
          1.      Jenjang Sekolah Dasar (SD):
a.       Siswa Kelas I, II, III, IV dan V Tahun Ajaran 2014/2015 diberikan dana untuk satu tahun sebesar Rp. 450.000,-;
b.      Siswa Kelas VI Tahun Ajaran 2014/2015 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp. 225.000,-;
c.       Siswa Kelas 1 (satu) tahun ajaran 2015/2016, diberikan dana satu semester sebesar Rp. 225.000,-

   2. Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP):
a.       Siswa Kelas VII dan VIII Tahun Ajaran 2014/2015 diberikan dana untuk satu tahun sebesar Rp. 750.000,-;
b.      Siswa Kelas IX Tahun Ajaran 2014/2015 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp. 375.000,-;
c.       Siswa Kelas VII Tahun Ajaran 2015/2016 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp. 375.000,-;

   3. Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA):
a.       Siswa Kelas X dan XI Tahun Ajaran 2014/2015 diberikan dana untuk satu tahun sebesar Rp. 1.000.000,-;
b.      Siswa Kelas XII Tahun Ajaran 2014/2015 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp. 500.000,-;
c.       Siswa Kelas X Tahun Ajaran 2015/2016 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp. 500.000,-;

    4. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK):
a. Program 3 Tahun
       1) Siswa SMK Kelas X dan XI Tahun Ajaran 2014/2015 diberikan dana untuk satu tahun  sebesar Rp. 1.000.000,-;
       2) Siswa SMK Kelas XII Tahun Ajaran 2014/2015 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp. 500.000,-;
   3) Siswa SMK Kelas X Tahun Ajaran 2015/2016 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp. 500.000,-;
b. Program 4 tahun
1) Siswa SMK Kelas X, XI dan XII Tahun Ajaran 2014/2015 diberikan dana untuk satu tahun sebesar Rp. 1.000.000,-;
2) Siswa SMK Kelas XIII Tahun Ajaran 2014/2015 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp. 500.000,-;
3) Siswa SMK Kelas X Tahun Ajaran 2015/2016 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp. 500.000,-;

Untuk melihat selengkapnya draft Juknis  Program Indonesia Pintar (PIP) 2015 untuk siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA. dan SMK, silahkan klik link dibawah ini :




Juknis PIP 2015

Demikian informasi tentang Juknis Program Indonesia Pintar (PIP) 2015

CIRI-CIRI / KRITERIA MARAH YANG BAIK ITU DILANDASI DENGAN RASA KASIH SAYANG, TEPAT WAKTU DAN TEMPATNYA, SERTA TIDAK BERLEBIHAN

Sahabat Edukasi yang berbahagia�

Marah itu manusiawi, di mana terdapat sesuatu hal yang sekirannya tak dapat lagi ditahan oleh seseorang karena sikap ataupun perbuatan dari orang lainnya yang telah dirasa-rasa sangat menjengkelkan hingga bikin sakit hati seringkali membuat kesabaran pun meledak menjadi kemarahan.

Marah / berang / gusar disebabkan karena adanya sesuatu yang membuat seseorang menjadi sangat tidak senang baik karena difitnah, dihina, diperlakukan tidak semestinya / tidak adil, dan sebagainya

Kemarahan pada setiap orang tentu saja berbeda, ada yang lambat marah tapi cepat reda, sebagian lainnya ada yang cepat marah tapi lambat redanya, dan ada yang lambat marah tapi lambat juga redanya. Dari ketiga tipe kemarahan ini, tentu saja marah yang paling baik adalah cepat marah tapi juga cepat reda dalam hal kebenaran dan kebaikan.



Bukan hanya perbuatan seseorang yang dapat memicu kemarahan orang lainnya, bisa juga dalam bentuk tulisan ataupun perkataan (lisan) yang keterlaluan dapat menimbulkan kemarahan bagi korbannya. Boleh saja marah dalam batas-batas tertentu serta tidak melanggar aturan, norma, serta hukum yang berlaku, karena jika kemarahan diluapkan lebih dari kadar permasalahan yang memicu kemarahan maka bisa saja korban justru menjadi pihak yang bersalah.

Saat marah pun kita harus benar-benar mempertimbangkan, sudah layakkah saat ini marah?, apa resikonya?, apa keuntungannya?, dan apakah waktu dan tempatnya sudah tepat untuk marah?, dan lain-lain. Hal ini akan membuat marah yang terarah, marah untuk membela diri, marah yang baik tentu saja marah yang dilandasi dengan rasa kasih dan sayang di mana marah yang konstruktif tidak akan membawa masalah semakin meruncing, akan tetapi semakin menumpulkannya, serta tidak membuat bara api semakin membara, akan tetapi mengecilkan hingga memadamkankannya dengan cara-cara bijak, tindakan dan kalimat yang tegas, dan tentu saja tidak mendramatisir pemicu permasalahan tersebut (selalu berpikir logis, analistis, sistematis, dan juga etis) hingga berhasil membuat si pemicu kemarahan tersadar untuk kembali ke jalan yang benar.

Semoga kita semua senantiasa selalu mendapatkan bimbingan dan perlindungan-Nya dari bahaya marah yang berlebihan serta dikaruniakan kesabaran dalam menerima dengan ikhlas setiap permasalahan yang ada sembari berusaha secara optimal dalam mencari solusi dan menyelesaikannya dan sebisa mungkin tanpa dibarengi dengan marah. Aamiin� Semoga bermanfaat dan terimakasih� Salam Edukasi�!

SALAH SATU TUJUAN UTAMA PENDIDIKAN NASIONAL, MEMBENTUK SISWA BERKARAKTER PANCASILA

Sahabat Edukasi yang berbahagia�

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini mengambil tema �Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila�. Gerakan Pencerdasan dan penumbuhan generasi berkarakter Pancasila adalah sebuah ikhtiar mengembalikan kesadaran tentang pentingnya karakter Pancasila dalam pendidikan Indonesia.

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, saat memberikan pidato pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2015, di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Sabtu (2/5/2015).

Mendikbud mengungkapkan, pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepad Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. �Itulah karakter Pancasila yang menjadi tujuan Pendidikan Nasional,� ujarnya.

Mendikbud berpendapat, untuk menumbuhkembangkan potensi anak didik berkarakter Pancasila tersebut memerlukan karakter pendidik dan suasana pendidikan yang tepat. Sekolah, kata dia, sebaiknya seperti yang disebut oleh Ki Hadjar Dewantara sebagai �Taman� di mana taman adalah tempat yang menyenangkan. �Anak datang ke taman dengan senang hati, berada di taman juga dengan senang hati dan pada saat harus meninggalkan taman maka anak akan merasa berat hati,� tuturnya.


Mendikbud menjelaskan, sekolah yang menyenangkan memiliki berbagai karakter. Pertama, kata dia, sekolah yang melibatkan semua komponennya, baik guru, orang tua, dan siswa dalam proses belajarnya dan kedua adalah sekolah yang pembelajarannya relevan dengan kehidupan. Dia mengatakan, karakter selanjutnya adalah sekolah yang pemberlajarannya memiliki ragam pilihan dan tantangan, di mana masing-masing siswa diberikan pilihan dan tantangan sesuai dengan tingkatannya. �Karakter terakhir adalah sekolah yang pemberlajarannya memberikan makna jangka panjang bagi peserta didiknya,� ucapnya.

Mendikbud mengimbau, pada Hardiknas tahun ini, setiap satuan pendidikan berupaya mengembalikan semangat dan konsep Ki Hadjar Dewantara dimana sekolah harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Sebuah wahana belajar, kata dia, dapat membuat para pendidik merasakan mendidik para siswa sebagai sebuah kebahagiaan dan membuat para peserta didik merasakan belajar juga sebagai sebuah kebahagiaan. �Pendidikan yang menumbuhkembangkan potensi peserta didik agar menjadi insan berkarakter Pancasila,� katanya.

Mendikbud menekankan, ikhtiar untuk memajukan pendidikan Indonesia hanya akan terwujud apabila semua pihak bekerja keras dan membuka lebar-lebar partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan. Pendidikan, kata dia, bukan hanya urusan kedinasan di pemerintahan melainkan urusan dan tanggung jawab semua pihak dalam memajukan pendidikan Indonesia. �Selamat Hari Pendidikan Nasional, jayalah Indonesia,� pungkasnya. (Agi Bahari)

JADWAL PILOT DIO (DIKLAT INTERAKSI ONLINE) TAHUN 2015 PADAMU NEGERI

Sahabat Edukasi yang berbahagia�

Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional. Kami informasikan jadwal Pilot Diklat Interaksi Online yang akan diselenggarakan pada 20 Mei - 20 Juni 2015.

Pelaksanaan Pilot DIO 2015 bagi Guru akan menyediakan > 10 (sepuluh) kelas virtual dengan berbagai mata pelajaran secara simultan yang disediakan oleh 9 P4TK. Ditargetkan total peserta Pilot DIO 2015 sebanyak 2000 Guru se-Indonesia. Sesi minggu pertama dimulai 20 Mei 2015.



Situs Layanan PADAMU DIO di: http://dio.siap.id Salam Padamu Negeri Indonesiaku. = SATU SISTEM MULTI SOLUSI =

Sumber : Padamu Negeri

FUNGSI / MANFAAT DIO (DIKLAT INTERAKSI ONLINE) PADAMU NEGERI

Sahabat Edukasi yang berbahagia�

Indonesia memiliki 3 juta Guru yang harus senantiasa ditingkatkan dan dikembangkan kualitasnya seiring dengan perkembangan jaman secara berkelanjutan. Diperlukan terobosan baru untuk dapat mempercepat banyaknya jumlah guru yang dididik dan dilatih secara berkesinambungan namun dengan anggaran yang efisien. 

Pendidikan dan Pelatihan secara Online menjadi salah satu pilihan Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PKB) dengan berbagai manfaat sebagai berikut:

1.  Akses yang lebih luas. Penyelenggara pelatihan seperti P4TK dapat menyediakan akses pengembangan profesional lebih luas bagi lebih banyak guru.

2.   Berpotensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Interaktivitas dari kelas online yang dilakukan oleh tim P4TK Matematika sesuai klaim mereka, berpotensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Modul online dapat dievaluasi dari waktu ke waktu, diperbaiki dan disesuaikan untuk pemanfaatan berikutnya.

3.   Penyampaian yang fleksibel. Pelatihan disampaikan dengan lebih fleksibel dalam bentuk online secara penuh maupun hybrid, dengan berbagai skenario (misalnya belajar berkelompok dalam KKG/MGMP atau belajar secara mandiri).

4.  Penggunaan yang meluas ke ruang kelas. Guru akan dapat memanfaatkan material online di ruang kelas mereka untuk para siswa.

5.   Pemanfaatan teknologi. Ketika mengikuti pembelajaran online, guru akan belajar juga dalam memanfaatkan teknologi untuk mengumpulkan, menemukan, mengembangkan dan mempublikasikan pengetahuan dan informasi.
Dengan berbagai manfaat tersebut diatas, maka Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan Peningkatan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana untuk mengujicobakan pelatihan online yang masif, terstruktur, sistematis, efisien dan berkualitas serta diakui sebagai bagian dari Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).


Jumat, 01 Mei 2015

SURAT EDARAN PADAMU NEGERI TENTANG SYARAT NUPTK SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Sahabat Edukasi yang berbahagia�

Seiring dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2015, Kepala BPSDMPK menerbitkan Surat Edaran perihal Kebijakan Persyaratan Penerbitan NUPTK terbaru sebagai berikut:

Bagi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah yang belum memiliki NUPTK dapat memperoleh NUPTK dengan persyaratan sebagai berikut:
1.   Guru dan Pengawas Sekolah berstatus PNS:

a.  Memiliki kualifikasi akademik Sarjana (S-1) atau Diploma Empat (D4) dari LPTK/PT Negeri yang memiiiki program studi terakreditasi, bagi LPTK/PT Swasta dibuktikan dengan surat keterangan akreditasi dari kopertis setempat.
b.   Memiliki SK ketetapan CPNS/PNS

2.   Guru bukan PNS di sekolah negeri dengan persyaratan berikut:

a. Memiliki kualifikasi akademik Sarjana (S-1) atau Diploma Empat (D4) dari LPTK/PT Negeri yang memiiiki program studi terakreditasi, bagi LPTK/PT Swasta dibuktikan dengan surat keterangan akreditasi dari kopertis setempat.
b. Memiliki SK pengangkatan dari Bupati/Walikota/Gubernur dan menyatakan bahwa pembayaran Gaji berasal dari APBD Provinsi/Kabupaten/Kota setempat.

3.   Guru bukan PNS pada sekolah swasta dengan persyaratan sebagai berikut:
a.   Memiliki kualifikasi akademik Sarjana (S-1) atau Diploma Empat (D4) dari LPTK/PT Negeri yang memiiiki program studi terakreditasi, bagi LPTK/PT Swasta dibuktikan dengan surat keterangan akreditasi dari kopertis setempat.
b.   Berstatus sebagai Guru Tetap Yayasan (GTY) dibuktikan dengan SK pengangkatan seabgai guru tetap dari penyelenggara pendidikan (Guru Tetap Yayasan/GTY) minimum 2 (dua) tahun secara terus menerus dihitung sampai bulan Januari 2015 dengan ketentuan SK tidak berlaku surut (contoh SK tertanggal tahun 2014 menjelaskan masa kerja tahun 2012).

Proses pengajuan hingga penerbitan NUPTK baru dimaksud sepenuhnya melalui aplikasi Padamu Negeri. Demikian info update terkait dengan syarat penerbitan NUPTK baru di semester 2 tahun pelajaran 2014/2015 yang admin share dari laman Padamu Negeri. Semoga bermanfaat dan terimakasih�

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com